Coutinho “Buta” Perihal Masa Depannya Di Barca

Diposting pada

Philippe Coutinho untuk sementara waktu memilih fokus berjuang dengan tim nasional Brasil di ajang Copa America 2019.

JAKARTA – Tidak perduli sehebat apapun, mengadu nasib di FC Barcelona ibarat pertaruhan karier bagi pesepakbola. Persentase sukses atau gagalnya sama-sama tinggi dan sama-sama tanpa jaminan. kalau sukses, seorang pemain berpeluang tinggal lama di Barca dan sebaliknya harus segera pergi karena menjadi kecundang.

Tengoklah nasib Philippe Coutinho, yang saat ini terasa gelap alias tidak terlihat kepastiannya. Pengakuan langsung disampaikan gelandang serang, yang sedang memperkuat tim nasional Brasil di ajang Copa America 2019 tersebut. “Saya tidak tahu apakah akan tetap (melanjutkan karier) di Barcelona,” kata Coutinho pasrah.



Sungguh situasi ironis, mengingat begitu tingginya ekspektasi saat Coutinho mendarat di Catalan pertama kali (Januari 2018). Bermodalkan grafik performa mentereng (201 cap dan 54 gol) selama lima tahun membela Liverpool. Kubu “Blaugrana” mesti merogoh kocek sebesar 145 juta Paun (sekitar Rp 2,6 triliun).

Coutinho digadang-gadang sebagai pemain yang tepat, untuk menggantikan kepergian Neymar Jr. Sayangnya, performa dan kontribusi ciamik seperti kala memperkuat Liverpool tak sanggup dilanjutkan Coutinho bersama Barcelona. Pemain berusia 27 tahun ini pun gagal bersanding dan melengkapi kombinasi Lionel Messi – Luis Suarez.

Peranan yang kurang sentral, bahkan membuat Coutinho inkonsisten masuk starting eleven Barcelona. Kondisi sulit dalam dua tahun terakhir itu, sepertinya membuat Coutinho perlu berpikir ulang terkait kelanjutan kariernya di Nou Camp. Apalagi, beberapa klub besar Eropa dikabarkan berminat menampung Coutinho.

Dari Inggris, Manchester United (MU) dan Chelsea dilaporkan tertarik. Lalu ada kubu Paris Saint-Germain, yang berniat memproyeksi Coutinho sebagai suksesor Neymar. Ini kondisi yang unik dan agak menggelikan, mengingat rencana serupa “menimpa” Coutinho di Barca. Kabar beredar memang mengatakan Coutinho akan masuk dalam paket pertukaran kepulangan Neymar ke Barcelona.

Yang jelas, kesempatan meminang Coutinho masih terbuka bagi klub manapun. Termasuk untuk MU dan Chelsea, walau Coutinho berikrar enggan membela klub Inggris selain Liverpool (demi penghormatan). “Tidak seorang pun tahu apa yang akan terjadi. Saat ini, saya ingin fokus berjuang membela timnas Brasil,” kata Coutinho.

Kalau mau bertahan lama di barcelona, tampil gemilang dan banyak berkontribusi adalah kewajiban. Sayangnya, perjalanan Coutinho tidak mengarah ke dua syarat tersebut. Dirinya juga sempat membuat selebrasi kontroversial (menghadapi MU di Liga Champions 2018/19) untuk membungkam fan Barca yang mengkritiknya. Wajarlah, nasib mu kian gelap Coutinho.