Buffon Ungkap Faktor Di Balik Keputusan “Membelot” Conte dan Sarri

Diposting pada
Gianluigi “Gigi” Buffon

JAKARTA – Di Italia saat ini, topik mengenai pengkhianatan Antonio Conte dan Maurizzio Sari begitu ramai diperbincangkan. Hal tersebut rupanya sangat mengusik dan membuat marah Gianluigi Buffon. Mantan kiper sekaligus kapten Juventus ini pun sampai perlu “angkat bicara” guna meluruskan apa yang terjadi.

Seperti diketahui, Conte yang pernah sangat lama jadi bagian Juve (sebagai pemain dan pelatih) menerima pinangan FC Internazionale Milan mulai musim 2019/20. Sementara itu, Sarri yang sempat tiga tahun mengasuh Napoli (2015 – 2018) akhirnya berlabuh ke Juve pascamenyudahi petualangan setahun di Inggris bersama Chelsea.



Cerita dan status masa lalu kedua manajer tersebut, yang membuat Conte dan Sarri dicap pengkhianat. Bagaimana mungkin, mereka sudi mengambil tawaran dari kubu yang secara historis terbiasa berbenturan bahkan jadi musuh bagi masing-masing? Mayoritas publik “Negeri Pizza“, khususnya Juventini dan Napolitani, rupanya sulit menerima keputusan Conte dan Sarri.

Tapi, sikap berbeda ditunjukan oleh Buffon. Menurut pria yang akrab disapa Gigi ini, Sarri dan khususnya Conte memiliki alasan kuat sehingga akhirnya menerima pinangan Juve dan Inter. “Itu murni karena pilihan profesional! Walau mengejutkan, namun tak akan bisa menodai masa lalu yang intens seperti miliknya (Conte),” jelas Buffon.

Ditambahkan Gigi, dirinya pun menentang petisi Juventini yang meminta klub mencabut logo bintang berinisial nama Conte yang ada di aula hall of fame. “Dia memeras setiap tetes keringat terakhir untuk Juve, dia memberikan semuanya,” kata Buffon. “Saat masih bermain, Conte tidak menahan diri berkorban bagi Juve. Ketika menjadi pelatih, ia seolah tidak punya ruang bernafas demi membimbing kami agar sukses!”

Maka itulah, Buffon tidak pernah menganggap keputusan Conte menyeberang ke Inter sebagai pengkhianatan. “Dia bukan tipe orang yang datang lalu mencium kaus klub barunya itu,” kata Buffon. Lebih lanjut, Gigi turut mengomentari kedatangan Sarri ke Juventus Stadium.

Di mata Buffon, langkah tersebut bukanlah pertaruhan dan juga bukan suatu pengkhianatan. “Anda tidak bisa menyama-nyamai 15 tahun masa pengabdian Conte (di Juve) dengan tiga tahun yang dilalui Sarri bersama Napoli,” ujar Buffon.

Pada akhirnya, Buffon pun menyetujui keputusan direksi “Si Nyonya Besar” mengganti pelatih. Sebab menurut Gigi, Juventus di bawah asuhan Massimiliano Allegri sudah mencapai batas klimaks yang tak bisa lagi ditingkatkan. “Perpisahan itu baik untuk dirinya (Allegri) dan klub. Juve memang membutuhkaan sesuatu (sentuhan) yang berbeda dan baru,” Buffon mengakhiri.