Pasca Tolak Shanghai Shenhua, Apakah El Shaarawy Masih Akan Memperkuat Roma?

Diposting pada
Stephan El Shaarawy menolak pinangan klub asal China, Shanghai Shenhua, karena mengaku belum ingin berkarier di Luar Eropa.

JAKARTA – Pupus sudah harapan Shanghai Shenhua untuk dapat memakai jasa Stephan El Shaarawy. Penyerang milik klub AS Roma ini menolak proposal Shanghai, lantaran belum tertarik pergi dari Eropa.

“Saya masih ingin bermain di level tertinggi. Terlalu dini buat saya, yang bahkan belum benar-benar menginjak umur 26 tahun, bila membuat keputusan sedrastis itu. Saya tidak ingin meninggalkan Eropa,” kata El Shaarawy.



Tapi, setelah menolak ajakan gabung klub asal China tersebut, apakah El Shaarawy masih akan memperkuat Roma? Jawaban terkait pertanyaan ini tidak benar-benar bisa dipastikan sekarang.

El Shaarawy memang masih punya sisa kontrak setahun lagi bersama “I Giallorossi“. Namun justru hal itulah masalahnya. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda bahwa El Shaarawy dan Roma bisa saling menyepakati perpanjangan kontrak. Bila kondisi tersebut terus bertahan, “Tim Serigala Ibu Kota” bakal kehilangan El Shaarawy secara gratis. 

Kemungkinan besar, demi menghindari status “free transfer” El Shaarawy inilah lantas Roma membuka proses negosiasi dengan Shanghai. Menurut La Repubblica, direksi Roma mematok harga 20 juta Euro (sekitar Rp 321 miliar) terhadap El Shaarawy. Sayangnya, jumlah tersebut juga tak disanggupi oleh pihak Shanghai (12 juta Euro). 

Seiring kegagalan mencapai kesepakatan dengan Shanghai, praktis Roma kembali menanggung resiko bakal ditinggal El Shaarawy secara gratis. Jelas hal itu ingin dihindari, mengingat Roma mengeluarkan hampir 14,5 juta Euro ketika menebus El Shaarawy (Juni 2016).

Upaya memperpanjang masa kerja pesepak bola keturunan Mesir itu pun mesti dicoba Roma lagi. Bukan proses yang mudah, karena El Shaarawy dikabarkan menuntut kenaikan gaji menjadi empat juta Euro.

Tuntutan tergolong tinggi bagi Roma, yang justru sedang mencari tambahan pemasukan untuk membeli sejumlah pemain baru. Lagipula, belum diketahui apakah El Shaarawy masuk rencana atau cocok dengan strategi pelatih anyar Roma, Paulo Fonseca.

Wajar bila manajemen “I Giallorossi” akhirnya enggan menuruti begitu saja permintaan El Shaarawy. Di sisi lain, nasib kesepakatan perpanjangan kontrak El Shaarawy jadi terkatung-katung lagi.

Kubu Roma perlu memahami pernyataan El Shaarawy bahwa dirinya masih ingin berkarier di Eropa. Berarti, Roma harus bersedia menurunkan nilai jual mantan penggawa AC Milan ini. Sebab dengan banderol 20 juta Euro yang tersemat kepada El Shaarawy, dirinya sepi peminat dari klub-klub di “Benua Biru”.

Bagi El Shaarawy pribadi, bertahan di Olimpico bukanlah pilihan yang patut diratapi. Karena hal itu masih sesuai dengan kriterianya (berkarier di Eropa). Adapun kemungkinan terburuk yang bakal menimpa El Shaarawy adalah tidak menjadi pemain inti Roma.

Kalau memang demikian, rasanya El Shaarawy bakal pergi juga dari Roma cepat atau lambat. Pemain berpenampilan eksentrik ini dikenal berani meninggalkan timnya, demi mendapat jatah bertanding sebanyak mungkin. Bahkan, El Shaarawy tak ambil pusing ketika Milan (klub yang dicintainya) memasukan dirinya dalam daftar jual.

Namun siapa yang tahu? Bisa saja El Shaarawy memikat hati Fonseca, lalu jadi sosok krusial bagi Roma sepanjang 2019/20. Yang jelas untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan tersebut, semua pihak yang terkait harus menunggu.  

Ke depannya, manajemen Roma wajib mempertimbangkan dengan benar jika ada proposal masuk untuk El Shaarawy. Merekalah yang menentukan, apakah sudi melepas El Shaarawy dengan harga lebih murah? Atau, menunggu dan menunggu ketidak-pastian lalu akhirnya ditinggalkan El Shaarawy secara cuma-cuma.