Persib Live Streaming Liga 1 Indonesia

Diposting pada

Perjalanan Persib Bandung Meraih Kemenangan

24/10 EPL Link
18.30 West Ham United vs Manchester City
Play
21.00 Fulham vs Crystal Palace
Play
23.30 Manchester United vs Chelsea
Play
02.00 Liverpool vs Sheffield United
Play
24/10 CSL Link
14.30 Guangzhou R&F vs Qingdao Huanghai
Play
18.35 Jiangsu Suning vs Chongqing Dangdai Lifan
Play
24/10 La Liga Link
21.00 Barcelona vs Real Madrid
Play
23.30 Sevilla vs Eibar
Play
23.30 Osasuna vs Athletic Club
Play
02.00 Atlético Madrid vs Real Betis
Play
24/10 Serie A Link
20.00 Atalanta vs Sampdoria
Play
23.00 Genoa vs Internazionale
Play
01.45 Lazio vs Bologna
Play
24/10 Ligue 1 Link
22.00 Lorient vs Olympique Marseille
Play
02.00 PSG vs Dijon
Play
24/10 Bundesliga Link
20.30 Bayern München vs Eintracht Frankfurt
Play
20.30 RB Leipzig vs Hertha BSC
Play
20.30 Union Berlin vs Freiburg
Play
20.30 Mainz 05 vs Borussia M’gladbach
Play
23.30 Borussia Dortmund vs Schalke 04
Play
24/10 Liga Polandia Link
01.00 Pogoń Szczecin vs Legia Warszawa
Play
24/10 Liga Belanda Link
21.30 VVV vs Ajax
Play



Perjalanan Persib Bandung Meraih Kemenangan – 83 tahun, lima gelar Uni, satu gelar Liga Indonesia, satu gelar Liga Super Indonesia, dan satu gelar Piala Presiden 2015. Persib Bandung jelas merupakan salah satu sejarah hebat sepakbola Indonesia. Dengan usia itu, tentu saja, banyak cerita – baik bahagia maupun sedih – telah dialami oleh Persib Bandung.

Pada suatu waktu Persib, pernah membuat jalan di kota Bandung dilewati oleh orang-orang yang gembira. Dari pengumpul sampah hingga pegawai kantor berjalan beriringan, gunakan baju kebanggaan biru Persiba untuk aksesori apa pun yang menantang gaya Maung Bandung, dan teriakkan kalimat yang sama, “Kami bangga dengan Persib!” Kita? Kami bobotoh, penggemar penggemar Persib, tidak peduli tua-muda, kaya-miskin, dan perbedaan lain yang biasanya memberikan jarak.

Di lain waktu Persib juga sangat akrab dengan rasa sakit. Padahal, tak jarang rasa sakit yang dialami Persib terjadi dalam waktu yang sangat lama. Persib telah menunggu gelar selama 25 tahun (1961-1986), meratapi nasib buruk mereka terdegradasi sebelum naik kembali. Beberapa putaran kemudian, meski tidak mengalami degradasi, siklus tersebut berulang kembali. Persib menantikan gelar 19 tahun untuk kembali menjadi yang terbaik di negara ini.

Menariknya, meski beberapa kali gagal dan menunggu masa suram, Persib sepertinya tidak pernah mendapat masalah. Seolah dia percaya begitu sukses, Maung Bandung selalu punya cara untuk bangun. Dengan keadaan seperti itu, jangan heran jika kisah kebesaran Persib sering dibicarakan seperti dongeng sebelum tidur.

Lalu, cerita mana yang layak dibicarakan seperti cerita pengantar tidur?

Juara Serikat 1986: Gol Djanur yang mengakhiri 25 tahun menunggu.

“Lebih dari 100 bus berbaris ke Jakarta,” tulis Mind Rayat, salah satu surat kabar terbesar di Jawa Barat, memenangkan final Perserikatan 1986 di Stadion Utama Bung Karno, Jakarta, antara Persib Bandung dan Perseman Manokwari.

Apa Saja yang Anda Ketahui Tentang Persib Bandung?

Itu adalah pertandingan terakhir Persib di kompetisi Union dalam periode berturut-turut. Dalam dua pertandingan terakhir (1983 dan 1985), Persib kalah dua kali dari PSMS Medan. Keduanya terjadi melalui baku tembak yang dihancurkan, membuat penantian mereka untuk menjadi juara meningkat hingga 25 tahun.

Itu adalah pepatah Sunda yang tidak berarti “Itu keterlaluan, tidak layak diampuni lagi karena sudah cukup”. Sebuah pepatah yang dikatakan manjur karena mampu mendongkrak semangat pemain Persib di pertandingan final.

Bobotoh dengan antusias berangkat ke Jakarta, membuat Bandung seperti kota mati. Bahkan, beberapa jam sebelum pertandingan digelar, lagu “Halo-Halo Bandung” telah bergema di Senayan. Dan ketika tuan rumah mengatakan bahwa bola yang akan digunakan dalam pertandingan final adalah bola yang sama dengan bola yang akan digunakan di Piala Dunia 1986, seperempat dari seribu Bobotoh yang telah mengemas Senayan mengepalkan tangan mereka ke udara. Sore itu, mereka yakin Persib akan memenangkan pertandingan sambil memenangkan 25 tahun menunggu.

Di awal pertandingan, Persib langsung tampil menyerang. Permainan satu-dua sentuhan unik Persib, yang membuat mereka mendapat julukan “Brasil Indonesia”, mereka segera menunjukkan. Tapi, Perseman memberikan perlawanan yang cukup banyak. Anak-anak asuh Paul Cumming sangat ketat, tidak perlu Persib memainkan gaya sepakbola satu-dua-sentuhan dengan bebas.