Mental Boleh Merasa Lelah, Tapi Demi Liverpool Sane Tegaskan Dirinya Selalu Siap!

Posted on
Penggawa lini depan Liverpool F.C, Sadio Mane, bercanda dengan pelatihnya, Jurgen Klopp, di tengah sesi latihan “The Reds” jelang tampil di ajang UEFA Super Cup 2019.

JAKARTA – Berbeda dari para pesepak bola umumnya (termasuk rekan-rekan setim di Liverpool), yang menjalani liburan selama bulan Juni – Juli. Agenda Sadio Mane justru kerap diisi jadwal bertanding, lagi, lagi dan lagi.

Usai membereskan rentetan pertandingan bersama “The Reds” sepanjang musim 2018/19, giliran tugas negara memanggil Mane. Penyerang sayap asal Senegal itu mesti turun di Piala Afrika 2019 (21 Juni – 19 Juli).



Usai perhelatan tersebut, Mane hanya rehat sejenak selama 14 hari lalu kembali bergabung dengan Liverpool. “Saya rasa saya tidak pernah berlibur selama tujuh tahun terakhir ini. Jadi, saya sudah terbiasa,” kata Mane dengan nada santai.

Walau diakuinya secara mental terasa melelahkan, Mane tegaskan selalu dalam kondisi “siap tempur” demi Liverpool. Termasuk, ketika “The Kopp” membutuhkan kehadiran Mane untuk menghadapi Chelsea F.C, Rabu (14/8) atau Kamis dini hari WIB.

Kedua klub tersebut bakal saling bersaing memperebutkan trofi UEFA Super Cup 2019 di stadion Vodafone Park, Istanbul – Turki. “Tentu saja saya siap, jadi mari kita lakukan. Kelelahan cuma ada di sini (sambil menunjuk kepalanya),” jelas Mane.

Liverpool khususnya Jurgen Klopp memang amat membutuhkan kehadiran Mane. Tanpa pemain berusia 27 tahun ini, kombinasi trio lini serang andalan “The Reds” gagal terbentuk.

Klopp ingin timnya membombardir pertahanan Chelsea dari semua sisi di laga nanti. Jika di sisi kanan adalah bagian Mohamed Salah, di tengah ada Firmino, untuk serangan di sisi kiri menjadi tugas Mane.

Tanpa Mane, sebetulnya Klopp bisa saja mencoba bertumpu kepada Divock Origi atau Xerdan Shaqiri. Tapi, cara itu terbukti gagal menghadiahi Liverpool trofi pertama musim ini (kalah di Community Shield).

Tidak Takut!

Sama halnya dengan Mane dan Liverpool, kubu Chelsea terlihat amat siap melakoni duel UEFA Super Cup 2019. “The Blues” seakan sudah move on dari kekalahan memalukan mereka di laga pertama Liga Primer musim ini.

Meski masih dalam nuansa penuh kritik dan diliputi keraguan publik, Frank Lampard bergeming. Pelatih anyar Chelsea itu percaya bahwa skuat mudanya sanggup bersaing dengan Liverpool untuk memenangkan trofi perdana.

Frank Lampard (kaos putih) membimbing skuat Chelsea berlatih dalam persiapan jelang tampil di ajang UEFA Super Cup 2019.

“Untuk menang, saya hanya memilih tim terbaik tanpa memandang usia! Jika anak-anak muda ini menunjukan apa yang mereka bisa dan pantas dimainkan, saya pasti menurunkan mereka. Sangatlah penting memiliki tim yang kompetitif,” ujar Lampard.

Sayangnya, kekuatan Chelsea agak terancam lantaran mereka kemungkinan tak diperkuat N’golo Kante. Pilar lapangan tengah “The Blues” itu menderita cedera angkle saat membela Chelsea melawan Manchester United.

Lampard sendiri belum memutuskan dan memilih menunggu pemeriksaan lanjutan apakah Kante siap ditampilkan atau tidak. Namun, problem bakal kehilangan pemain pilar bukan hanya melanda Chelsea dan Lampard.

Liverpool pun telah dipastikan tak akan memainkan kiper utamanya, Allison Becker karena cedera. Hampir dapat dipastikan, Adrian yang bakal mengisi pos penjaga gawang “The Reds“.

“Ini bukan situasi yang kami inginkan. Tapi, Adrian cukup berpengalaman untuk memperlihatkan kualitas-kualitas yang dimilikinya,” kata Virgil van Dijk.