Coutinho: “Sama Seperti Munchen, Saya Memiliki Ambisi Besar”

Diposting pada
Philippe Coutinho (kanan) didampingi direktur olahraga FC Bayern Munchen, Hasan Salihamidzic, memamerkan kostum nomor 10 yang akan dikenakannya bersama “FC Hollywood”.

JAKARTA – Lebih baik pergi mencoba peruntungan di tempat lain, lantaran tak kunjung berhasil menjadi sosok protagonis. Seperti itulah kira-kira pertimbangan Philippe Coutinho, saat memutuskan pindah ke FC Bayern Munchen.

Padahal sebelumnya, Coutinho sudah bersama klub “raksasa” dengan segudang prestasi serta memiliki sejarah luar biasa. Tapi, periode semusim tanpa pencapaian gemilang secara individu dianggap cukup oleh Coutinho.



Enggan terus dicap sebagai “pembelian gagal”, pesepak bola berusia 27 tahun tersebut akhirnya cabut dari FC Barcelona. Munchen pun menjadi klub Eropa kelima dalam perjalanan karier Coutinho sejauh ini (debut sejak 2008).

Dilaporkan bahwa Coutinho direkrut Munchen dengan status pinjaman selama semusim penuh. Nilai transaksi terkait transfer perpindahan itu dikabarkan mencapai 19 juta Paun (sekitar Rp 327 miliar).

Sebagai rincian, Munchen harus membayar biaya awal peminjaman senilai 8 juta Paun. Plus, beban gaji Coutinho (11 juta Paun) yang sepenuhnya juga ditanggung kubu “Die Bayern“.

Tak hanya itu, Munchen memiliki opsi mempermanenkan Coutinho pada musim panas 2020. Asalkan, mereka sanggup membayar permintaan harga pihak Barca di angka 110 juta Paun (sekitar Rp 1,9 triliun).

Dalam wawancara perdana untuk FC Bayern Munchen, Coutinho mengakui “The Bavarians” menjadi pilihan utama dibanding klub-klub lain yang tertarik memboyongnya.

“Buat saya, perpindahan ini berarti suatu tantangan baru di negara yang juga baru. Bermain bersama salah satu klub terbaik di Eropa, saya amat menantikan hal itu,” kata Coutinho.

Sempat dua tahun (2010 – 2012) berpetualang di Italia bersama FC Internazionale. Lalu menjajal kerasnya kompetisi di Inggris bersama Liverpool FC (2013 – 2018) serta mampir di Spanyol untuk memperkuat Espanyol (2012/13) dan Barca (2018/19).

Sekarang, giliran negara Jerman dicoba Coutinho untuk menemukan peruntungan lebih bagus. “Sama seperti Bayern (Munchen), saya punya ambisi besar. Bersama rekan-rekan setim yang baru, saya yakin bisa menggapainya,” Coutinho menjelaskan.

Bukan cuma si pemain yang bersangkutan, namun direksi Munchen sama antusiasnya menyambut transfer ini. CEO Munchen, Karl-Heinz Rummenigge mengaku lega plus bahagia akhirnya dapat membawa Coutinho ke Allianz Arena.

Diakui Rummenigge, ada banyak klub top Eropa lain yang berambisi memboyong Coutinho dari Barcelona. “Terima kasih kepada direksi Barca yang menyetujui transfer ini. Phillipe adalah pemain yang akan dengan segera memperkuat kekuatan serangan tim kami,” kata Rummenigge.

Philippe Coutinho berfoto menggunakan seragam kandang FC Bayern Munchen musim 2019/20 tepat di depan logo klub.

Sementara terkait peran yang akan diberikan kepada Coutinho, Rummenigge menilai rekrutan baru timnya tersebut sebagai pemain fleksibel. Rummenigge yakin Coutinho mampu ditempatkan di sektor sayap maupun agak ke bagian tengah.

“Coutinho merupakan pesepak bola kelas dunia berkemampuan luar biasa. Kami bisa memainkannya di segala posisi dalam lini depan (serang) tim,” kata Rummenigge.

“Kualitas skuat Munchen telah meningkat lagi (seiring kedatangan Coutinho). Dirinya bakal membantu klub meraih target ambisius yang sudah ditetapkan untuk musim ini,” Rummenigge menambahkan.

Dengan hadirnya Coutinho, tampaknya pencarian Munchen terhadap penerus-penerus Arjen Robben serta Franck Ribery berakhir sudah. Beberapa hari sebelumnya, “Die Bayern” sukses mendatangkan Ivan Perisic yang notabene seorang gelandang serang setipe Coutinho.