Tak Dapat Sane, Perisic pun Jadi!

Posted on
Gagal masuk dalam rencana pelatih anyar FC Internazionale, Antonio Conte, justru mendatangkan kesempatan bagi Ivan Perisic untuk bergabung ke FC Bayern Munchen.

JAKARTA – Pasca ditinggal Franck Ribery dan Arjen Robben, kebutuhan Bayern Munchen terhadap sosok winger tergolong tinggi. Pencarian intens dilakukan, dengan menjadikan Leroy Sane (Manchester City F.C) target utama, sayangnya belum jua berhasil.

Kebimbangan Sane dalam menentukan keputusan final, menghambat upaya Munchen merekrutnya. Hingga akhirnya, winger berusia 23 tahun ini menderita cedera lutut serius ketika memperkuat City di ajang Community Shield (4/8).



Gara-gara dua hal tersebut, ramai dikabarkan bahwa Munchen tidak lagi tertarik mendatangkan Sane. Berpacu melawan deadline bursa transfer (2 September), kubu “The Bavarians” mengalihkan buruannya terhadap sosok lain.

Pilihan klub asuhan Niko Kovac itu jatuh kepada penggawa FC Internazionale, Ivan Perisic. Pada Senin (12/8) pagi waktu Munchen, pemain asal Kroasia ini dinyatakan lolos tes medis.

Dan hari ini (Selasa), Munchen secara resmi memperkenalkan perekrutan Perisic ke publik. “Ivan akan membantu kami dengan pengalamannya yang tinggi di level internasional. Dia memiliki teknik hebat serta fleksibilitas dalam (kebutuhan) penyerangan,” kata Hasan Salihamidzic.

Lebih lanjut, pria yang kini menjabat sebagai direktur olah raga Munchen tersebut yakin Perisic bakal cepat menyatu dengan tim. Sebab menurut Salihamidzic, Perisic telah mengenal kompetisi Bundesliga serta sosok Niko Kovac dengan sangat baik.

Wajar memang, mengingat Perisic sempat menghabiskan empat tahun (2011 – 2015) berkarier di Jerman. Dua musim dijalaninya bersama Borussia Dortmund serta sisanya bersama VFL Wolfsburg.

“Saya senang bisa kembali ke Jerman. Bayern Munchen adalah satu dari lima klub terbaik di Dunia,” kata Perisic. “Ketika klub sekelas ini memanggil, Anda tidak bisa mengatakan tidak!”

Ivan Perisic berfoto sambil memamerkan kostum kandang 2019/20 FC Bayern Munchen di kantor resmi klub tersebut.

Oleh direksi Munchen, Perisic diboyong dengan status pinjaman yang memakan biaya lima juta Euro (sekitar Rp 80 miliar). Tapi, “FC Hollywood” diberi opsi menebus pemain yang bersangkutan pada Juni 2020 dengan mahar 20 juta Euro.

Yang unik, kabarnya perekrutan Perisic ini sempat tidak disetujui oleh sejumlah kalangan internal Munchen. Sebab, winger berusia 30 tahun tersebut dianggap “ketuaan”.

Ada pula laporan menyebutkan, bahwa klub sebesar Munchen tak semestinya memboyong pemain yang gagal masuk rencana klub lamanya. Tapi, Kovac bergeming bahkan sampai “pasang badan” untuk Perisic.

“Penilaian miring terhadap dirinya sudah keterlaluan, seolah-olah Perisic bukan pemain yang bagus. Kita harus berhenti cuma fokus mempertimbangkan usia,” kata Kovac.

Perisic pribadi berjanji bakal melakukan yang terbaik setiap hari, demi membawa Munchen memenangkan banyak trofi. Termasuk, menyatakan kesiapan soal penempatan posisi bermain yang akan diterimanya.

“Dalam tujuh – delapan musim terakhir, saya memang bermain di sisi kiri. Namun, saya juga bisa mengisi sisi kanan bahkan di lini tengah,” ujar Perisic. “Saya terbuka dengan semuanya, jika pelatih membutuhkan maka saya selalu siap!”

Setelah kedatangan Perisic, menariknya Munchen masih dihubung-hubungkan dengan nama lain. Berhembus kabar, “Die Bayern” ingin menjadikan penyerang sayap FC Barcelona, Philippe Coutinho, sebagai usaha pamungkas dalam memenuhi kebutuhan stok winger.