Solskjaer Puas “Pertaruhannya” Dalam Mengandalkan Skuat Muda Berujung Kado Manis

Posted on
Pelatih Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer, mengepalkan tangan untuk merayakan kemenangan timnya dalam laga perdana mereka di Liga Primer 2019/20.

JAKARTA – Keputusan mengisi mayoritas skuat Manchester United dengan pemain muda, diibaratkan Ole Gunnar Solskjaer sebagai “pertaruhan”. Ketimbang respon positif, pada awalnya justru lebih banyak tanggapan apatis diterima Solskjaer terkait pertaruhan-nya tersebut.

Salah seorang penggawa tua MU, Nemanja Matic, menyebutkan timnya memiliki potensi namun tidak dengan pengalaman. Padahal umumnya, dibutuhkan “jam terbang” yang cukup agar suatu tim sukses mengarungi musim kompetisi yang panjang dang sengit.



Tapi apapun penilaian yang muncul, Solskjaer bergeming. Pelatih MU asal Norwegia ini bahkan tetap nekat menjadikan bakat-bakat muda timnya sebagai protagonis!

Menjamu Chelsea dalam debut Liga Primer 2019/20 di Old Trafford, akhir pekan kemarin, Solskjaer menurunkan skuat dengan rasio rata-rata umur 24 tahun + 227 hari. Catatan itu menjadikan “The Red Devils” sebagai klub pemilik rata-rata usia tim termuda yang tampil di pembukaan liga.

Hasilnya, terbilang spektakuler! MU menang telak 4-0, yang mana seluruh gol dihasilkan oleh para pesepak bola berumur di bawah 24 tahun. Mereka adalah Marcus Rashford (21 tahun) yang mencetak dua gol, Daniel James (21) serta Anthony Martial (23).

“Kami telah menemukan cara bermain yang diinginkan dan kami yakini. Kami harus berani mengambil resiko, tapi memang seperti itulah caranya,” kata Solskjaer.

“(Situasinya) seperti di antara (menanggung) resiko atau (mendapat) hadiah. Dan hari ini (melawan Chelsea), penampilan kami diganjar hadiah,” Solskjaer menambahkan.

Paul Pogba (kanan) tampak menyalami rekan setim barunya, Harry Maguire, usai keduanya tampil apik membawa MU mengalahkan Chelsea 4-0, Minggu (11/8).

Puas atas kemenangan telak yang digapai MU di partai pertama, Solskjaer mengingatkan ini hanyalah permulaan. “Semakin sering kami bermain satu sama lain dan menunjukan diri sebagai tim, performa kami akan meningkat,” jelas Solskjaer.

Secara khusus, manajer berusia 46 tahun tersebut memuji kontribusi beberapa nama dalam timnya. Mulai dari Harry Maguire, Aaron Wan-Bissaka hingga Paul Pogba.

Mereka (para rekrutan baru) menyatu dengan sangat baik. Maguire sangat berpengalaman, walau baru tiga-empat kali berlatih bersama tim,” kata Solskjaer. Aaron (Wan-Bissaka) sangat agresif, dia seperti tak ingin dilewati atau dihadang lawan.

Sedangkan terhadap Pogba, Solskjaer menilai bahwa pemain asal Prancis ini sanggup melakukan semua pekerjaan yang harus dilakukan seorang gelandang. “Pogba berkembang secara lebih baik ketika tampil di Old Trafford,” aku Solskjaer.

Ole – sapaan Solskjaer – lantas berpendapat bahwa Pogba tak perlu merasa menyesal terhadap situasinya sekarang. Seperti diketahui, selama masa pramusim lalu, gelandang berusia 26 tahun itu bersikeras ingin pergi ke klub lain.

Namun hingga saat ini, Solskjaer mampu menahan kepergian Pogba dari MU. “Dia sudah sejauh ini dalam karier. Tidak ada guna membiarkan diri sendiri kecewa, padahal Anda bertanding di lapangan itu (Old Trafford),” Solskjaer mengungkapkan.