Mentalitas Matthijs de Light Dinilai “Bermasalah” Oleh Dugarry

Diposting pada
Mantan anggota tim nasional Prancis yang memenangkan Piala Dunia 1998, Christophe Dugarry (insert), menyerang Matthijs de Light dengan sejumlah komentar miring.

JAKARTA – Saat ini, banyak kalangan terpikat dan terus membicarakan hal-hal positif terhadap Matthijs de Light. Tapi banyak bukan berarti semua, buktinya Christophe Dugarry malah tega “menyerang” kapten Ajax Amsterdam tersebut.

Oleh Dugarry, mentalitas seorang de Light dinilai bermasalah! Tudingan minor itu disampaikan Dugarry, lantaran ia tak habis pikir dengan pertimbangan de Light dalam memilih klub baru sebagai destinasi karier selanjutnya.



Hampir sebulan belakangan, nama de Light ramai diperbincangkan di bursa transfer musim panas 2019. Bek potensial berusia 19 tahun ini dihubung-hubungkan dengan isu perpindahan ke FC Barcelona, Paris Saint-Germain (PSG) atau Juventus F.C.

Namun dalam perkembangan terakhir yang dilaporkan sejumlah media di Eropa, Barcelona memilih mundur dari persaingan. Harga “selangit” yang dipatok pihak Ajax kepada de Light, ternyata hanya disanggupi oleh PSG dan Juve.

Malang tak dapat ditolak, untung tak bisa diraih.” Kiasan tersebut menimpa kubu PSG, tepat di langkah terakhir dalam perburuan tanda tangan de Light. Sebabnya, de Light menuntut klub-klub peminatnya harus mencantumkan opsi klausul pelepasan ke dalam kontrak.

Sepanjang musim 2018/19, Matthijs de Light menunjukan performa gemilang dalam mengawal pertahanan sekaligus memimpin tim Ajax.

Di Liga Prancis, tuntutan semacam itu tidak diizinkan (klausul pelepasan hanya boleh dibuat dan nilainya ditentukan oleh klub bukan seorang pemain). Dugarry yang mengetahui tuntutan de Light tersebut pun merasa muak.

“Bagaimana bisa Anda sudah memikirkan pintu keluar (klausul pelepasan) padahal Anda bahkan belum terlibat suatu proyek? Saya bosan dengan (era) sepak bola sekarang ini,” Dugarry menjelaskan.

Lebih jauh, eks anggota skuat juara tim nasional Prancis di Piala Dunia 1998 itu pun menuding de Light “mata duitan”. Dugarry gagal paham akan segala rencana, khususnya terkait kepentingan ekonomi, yang ada di kepala de Light.

“Dia baru berusia 19 tahun. Berapa gaji yang diinginkan? 12, 13, 14, atau 15 juta Euro,” kata Dugarry saat diwawancarai RMC Sport. “Pada titik tertentu, memangnya apa yang akan berubah? Anda akan dapat mobil lagi, apartemen lebih besar, tambahan 10 Meter di perahumu. Ini (pertimbangan de Light dalam memilih klub baru) murni pilihan finansial. Saya ingin muntah melihatnya.”

Dugarry pun memprediksi karier cemerlang de Light tak akan berjalan panjang. “de Light seorang pemain yang luar biasa, sangat bagus. Tapi dengan mentalitas seperti itu, tidak mungkin dia bertahan lama (di level top),” ujar Dugarry.

Euforia De Light mungkin hanya menjadi hype sesaat, sehubungan dengan sepak terjang hebat musim 2018/19 lalu. Mungkin karena hal itu pula, Dugarry tampak lega Barcelona dan khususnya PSG batal memboyong de Light.

Mantan penggawa “El Barca” periode 1997-1998 ini bahkan memberi selamat kepada direktur olah raga PSG, Leonardo Nascimento. “Selamat untuk presiden (PSG), Leonardo, dan siapapun yang mengambil keputusan itu (menghentikan dan tidak mensiasati solusi lain atas perburuan de Light),” kata Dugarry.

Bakal menarik melihat sepak terjang de Light bila akhirnya memang jadi hijrah ke Juventus. Apakah de Light bakal sukses bersama “I Bianconeri” dan tetap bersinar sebagai pesepak bola?

Atau justru, prediksi Dugarry bahwa kegemilangan de Light tak bakal bertahan panjang menjadi kenyataan. Lalu, Juve akan meratapi segala pengorbanan mereka dalam memenuhi tuntutan de Light plus harganya yang selangit.